PELATIHAN PENGELOLAAN AYAM KUB BUMDES PALO MOLO BOBAWA, LANGKAH STRATEGIS DUKUNG KETAHANAN PANGAN DESA
BUMDes Palo Molo Bobawa terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan ekonomi dan kemandirian masyarakat. Sebagai langkah kongkret dalam mendukung ketahanan pangan berbasis desa, BUMDes menggelar pelatihan Pengelolaan Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang bertempat di Aula Paroki Salvatoris Resurgentis Boba. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 11 November 2025, dengan melibatkan kelompok ternak dan pengurus BUMDes, untuk mengembangkan usaha mandiri di bidang peternakan.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. drh. Cristoffel Madha, M.Sc selaku tenaga ahli peternakan, serta Petrus Raga, SP selaku Penjabat Kepala Desa Bobawa. Keduanya memberikan materi yang saling melengkapi, mencakup aspek teknis pemeliharaan Ayam KUB serta arah kebijakan desa dalam penguatan sektor pangan dan ekonomi rakyat.
Pelatihan dibuka oleh Direktur BUMDes Palo Molo Bobawa, Honorius Ture. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengembangan budidaya ayam KUB merupakan salah satu unit usaha yang diproyeksikan untuk menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi BUMDes sekaligus membuka peluang usaha bagi warga.
Honorius menjelaskan bahwa Ayam KUB memiliki karakter yang relatif unggul dibanding ayam kampung biasa, terutama dalam hal produktivitas telur, pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kemampuan bertahan terhadap penyakit. Oleh karena itu, menurutnya, pelatihan ini dirancang bukan sekadar mengenalkan teori, tetapi untuk mempersiapkan pola kerja dan manajemen pemeliharaan yang efektif, sehingga bisa langsung diterapkan.
Sementara itu, Pengawas BUMDes Palo Molo, Bertholomeus Age, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa keberhasilan unit usaha tidak hanya bergantung pada dana dan sarana, tetapi pada keseriusan manajemen dalam mengatur proses kerja dan kesungguhan masyarakat dalam menjalankan budidaya secara konsisten. Ia berharap setelah pelatihan ini, peserta tidak hanya sekadar mengetahui cara beternak, tetapi juga memahami nilai ekonomi yang dapat dikembangkan dari budidaya ayam KUB.
Materi inti pertama disampaikan oleh Dr. drh. Cristoffel Madha, M.Sc. Beliau menyampaikan modul komprehensif tentang manajemen pengelolaan Ayam KUB, mulai dari persiapan kandang, manajemen pakan, pengendalian penyakit, hingga strategi pengelolaan reproduksi dan pemasaran hasil ternak. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kebersihan kandang dan rutinitas pemantauan kesehatan ayam.
Beliau menjelaskan bahwa produktivitas Ayam KUB dapat meningkat apabila peternak konsisten dalam menerapkan manajemen pakan seimbang serta sanitasi lingkungan pemeliharaan. Selain itu, ia memberikan contoh beberapa strategi yang telah berhasil diterapkan di desa-desa lain yang terlebih dahulu mengembangkan budidaya KUB. Peserta terlihat sangat antusias, beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan terkait kendala praktis di lapangan seperti potensi penyakit musiman, biaya pakan, serta pengelolaan siklus bertelur.
Materi berikutnya disampaikan oleh Petrus Raga, SP, selaku Penjabat Kepala Desa Bobawa. Dalam pengarahannya, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan desa bukan hanya soal kemampuan menyediakan makanan secara mandiri, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjadikan sektor pangan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga.
Petrus Raga menekankan bahwa pemerintah desa sepenuhnya mendukung inisiatif pengembangan peternakan ayam KUB, baik dalam bentuk fasilitasi pelatihan, dukungan permodalan melalui skema BUMDes, maupun pendampingan dalam pemasaran hasil produksi. Menurutnya, masyarakat perlu melihat peternakan bukan hanya sebagai kegiatan sampingan, tetapi sebagai peluang ekonomi yang dapat tumbuh apabila dikelola dengan baik.
“Kita membangun ketahanan pangan berbasis kearifan lokal dan kemampuan desa. Ayam KUB adalah pintu yang kita buka bersama menuju kemandirian ekonomi,” ungkapnya dalam sesi arahan.
Pelatihan berlangsung interaktif, ditandai dengan diskusi kelompok kecil dan simulasi teknik pemberian pakan serta penataan kandang. Peserta menyatakan bahwa penyampaian materi mudah dipahami dan relevan dengan kondisi lingkungan beternak di Bobawa.
Pada akhir kegiatan, para peserta menyepakati tindak lanjut berupa pembentukan kelompok peternak binaan BUMDes yang akan dibagi dalam beberapa unit kerja. BUMDes Palo Molo akan bertanggung jawab dalam penyediaan bibit awal, pengawasan teknis, dan pendampingan pemasaran, sementara kelompok peternak menjalankan proses pemeliharaan harian dan evaluasi produksi.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Desa Bobawa menegaskan langkah serius dalam membangun ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor peternakan lokal. Budidaya Ayam KUB menjadi satu dari sekian strategi pengembangan usaha desa yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, menambah ketersediaan protein hewani di tingkat rumah tangga, serta menciptakan struktur ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi doa bersama dan harapan agar usaha yang dirintis memberikan manfaat luas. Semangat kolaborasi antara BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Bobawa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
Desago
11 Agustus 2025 08:43:11
Salut untuk Desa Bobawa yang meluncurkan website berbasis Opensid, wujud nyata transparansi dan kemajuan...